Press "Enter" to skip to content

Kisah Sedih Korban Bullying

Bagikan Artikel Ini Ke Temanmu

Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Kelebihan dan kekurangan pada tiap-tiap individu itu pastinya ada. Jadi, jangan pernah terlalu mengusik hidup orang lain. Tetap harus mengindahkan kaidah akhlak yang mulia dan tidak semena-mena dalam berucap dan bertingkah laku kepada orang lain.

Banyak sekali saya jumpai di berita-berita media massa tentang praktik bullying (perundungan) yang ditujukan pada orang lain. Bahkan, di lingkungan saya kerja saja masih terlihat adanya praktik semacam ini.

Pernah di sekolah saya ada salah satu siswa yang dibully oleh teman-temannya. Alhasil siswa korban bullying tersebut jarang masuk sekolah. Prestasinya anjlok. Namun saya berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan dirinya. Dan melihat kenyataan ini, maka saya menjadi lebih harus berhati-hati dalam bersikap terhadap orang lain.

Praktik bullying ini macam-macam bentuknya, ada yang dalam bentuk ucapan (verbal) atau tindakan (action).

Pada pembahasan kali ini saya akan fokus membahas dua bentuk praktik bullying yang paling sering dijumpai.

#1 Praktik Bullying secara Verbal

Praktik bullying secara verbal umumnya dilakukan banyak orang. Biasanya dilakukan dengan menyerang individu tertentu melalui ucapan-ucapan yang kotor, sindiran, membandingkan satu personal dengan personal lainnya, ataupun bentakan dengan nada keras. Hal ini bisa saja terjadi baik di lingkungan masyarakat maupun di social media.

Contoh dari kasus bullying semacam ini misalnya adalah mencemooh orang lain karena statusnya sebagai pengangguran, laki-laki tapi tingkahnya seperti perempuan, membicarakan kondisi fisik seseorang kepada orang lain dan yang bersangkutan mendengarkan setiap ucapan orang tersebut (sebagai contoh sindiran karena badannya gemuk, tangannya kok hilang satu atau karena cacat fisik, dll). Dan masih banyak contoh yang lainnya yang sangat membuat kita harus lebih berhati-hati saat berucap kata kepada orang lain.

Jujur saja kalau saya pribadi paling tidak suka jika ada orang lain yang membanding-bandingkan prestasi, status pekerjaan, dan yang lainnya. Terkadang orang akan merasa down ketika dirinya masih menganggur tapi seringkali ditanya berulang kapan dapat kerjaan?. Jika kita belum sempurna dan mapan janganlah mencemooh orang lain. Lebih baik diam dan menjaga perasaan orang lain.

Terkadang bercanda di sosial media dengan membawa-bawa kondisi fisik, menyindir dan lain-lain itu bisa saja menjadi praktik bullying. Sebab, tanpa kita sadari jika orang lain tersinggung tentu bisa membuat dirinya menjadi down. Apalagi yang disindirnya itu mengarah kepada cerita masa lalunya yang kelam. Disinilah seseorang yang menjadi korban bullying menjadi sedih, murung, hilang semangat, bahkan jika tidak kuat iman bisa melakukan tindakan bunh diri.

So, bagi semua orang yang membaca tulisan saya ini sebaiknya tetap menjaga etika dan sopan santun saat berbicara dengan orang lain (orang baru maupun teman sendiri). Bicaralah hal-hal yang penting. Tidak usahlah membawa kondisi fisik seseorang sebagai bahan pembicaraan.

#2 Praktik Bullying Melalui Tindakan (Action)

Praktik bullying semacam ini sudah ada sejak dulu. Korban bullying umumnya akan mendapatkan kekerasan secara fisik, paksaan fisik untuk melakukan tindakan yang asusila dan sejenisnya.

Dulu waktu SMP kelas 8 (tahun 2003) ada salah satu teman sekelas saya (dia laki-laki) yang bisa dibilang anak badung/nakal. Jadi dia itu seringkali menyuruh teman-teman saya (yang laki-laki) untuk selalu mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dia. Bahkan salah satu teman saya itu dijadikan orang yang harus selalu membawa tas sekolahnya, menyuruh teman saya yang lain untuk membeli jajanan ketika jam istirahat (seperti babu).

Bahkan tidak sampai disini, terkadang jika kami tidak mau melaksanakan keinginan siswa yang badung tersebut, maka tidak sungkan jika ia harus menendang, memukul pada bagian kepala/lengan/badan. Maka setiap hari di kelas kami semua merasa tidak nyaman, penuh tekanan psikologis, bahkan sebelum berangkat sekolah terkadang kami sudah down duluan. Saat itu kami hanya bisa berdoa dan meminta kemurahan Tuhan untuk menyadarkan teman kami yang badung dan meresahkan tersebut.

Bahkan karena kejadian yang sudah biasa kami terima dan saksikan sehari-hari di sekolah, ternyata ada salah satu teman di kelas kami yang pindah sekolah karena tidak betah dengan ulahnya.

Sayangnya dari kasus semacam ini pihak sekolah kurang memperhatikan hal ini. Padahal pernah kami dan beberapa wali murid yang melaporkannya.

Ternyata bentuk-bentuk kekerasan secara verbal dan perbuatan tentu saja masih banyak kita jumpai di sekitar kita. Bahkan, terkadang aksi bullying ini sifatnya tertutup rapat dan jarang terbongkar karena korban bullying seringkali mendapat ancaman yang mengerikan seperti akan dibunh, dihancurkan harkat dan martabatnya, privacy, dan lain sebagainya.

Sedih sekali jika saya harus flash back ke masa lalu semacam ini. Ketika ini pernah menimpa saya dan teman-teman saya, tentu saja dari sini saya belajar bahwa menghargai dan menghormati orang lain itu penting.

Sebagai catatan terakhir, semoga untuk kalian pelaku bullying diberikan kesadaran dan hidayah dari Allah SWT bahwa anda harus menghormati hak-hak hidup orang lain. Orang lain juga butuh bahagia, ceria, dan tanpa tekanan dari anda.

Dan untuk korban bullying tetap semangat tidak perlu bersedih. Tetap berpikir positif dan tidak usah mendengar apa yang orang lain katakan tentang diri anda yang mereka anggap jelek, buruk, dll.

Pesan saya untuk kita yang masih terus bergaul di lingkungan masyarakat, maka sebaiknya tetap menjunjung tinggi akhlak/adab yang baik kepada sesama teman, tidak perlu saling menjelek-jelekan, mencemooh, membandingkan satu sama lain karena perbedaan fisik, dan lain sebagainya.

Dengan hidup rukun, berakhlak mulia, maka hidup kita akan tenang, dan orang lain juga merasa nyaman dengan kehadiran kita. Semoga bermanfaat, aamiin. (Di pagi yang cerah, Lampung, 22 Juli 2020).

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *