Menu Tutup

Nilai Karakter dan Praktik Baik Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19

Kebijakan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 diatur dalam keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 yang isinya tentang kurikulum darurat kondisi khusus terkait penyederhanaan Kompetensi Dasar (KD) yang mengacu pada kurikulum 2013. Berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran.

Kurikulum Kondisi Khusus, Adaptasi Pembelajaran Kebiasaan Baru

Dalam sesi webinar ini (7 Agustus 2020), guru SD Muhammadiyah 1 Muntilan, yakni Ibu Titik Nur Istiqomah menyampaikan praktik baik di sekolah dalam menghadapi adaptasi pembelajaran kebiasaan baru, caranya sebagai berikut:

#1 Empati Terhadap Latarbelakang Murid

Empati ini dapat ditunjukkan dengan cara:

  • pemetaan profil murid (minat, sarana-prasarana, serta cara belajar mereka);
  • akses HP di rumah;
  • pekerjaan dan kebiasaan orang tua;
  • kepemilikan HP;
  • paketan perbulan;
  • kesulitan yang dihadapi siswa selama PJJ;
  • kesepakatan waktu belajar;
  • musyawarah pembelajaran daring bersama wali murid;
  • memaksimalkan peran paguyuban kelas.

#2 Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Menyusun RPP dengan memperhatikan:

  • rekap data dan pemetaan profil murid;
  • pemetaan kompetensi dan mata pelajaran, tentukan tujuan pembelajaran;
  • tentukan bukti dan asesmen;
  • buat strategi pembelajaran (daring atau luring);
  • tentukan cakupan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Sinergi Pembelajaran Kondisi Khusus

Dalam sesi webinar pada 14 agustus 2020 ini, dihadiri salah satu narasumber seperti bapak Purnomo Saputro dari SDN 1 Nagasari, Kota Tasikmalaya. Beliau menjelaskan tentang sinergisitas pembelajaran kondisi khusus dapat dilakukan antara dinas pendidikan, sekolah, FKKKG dan KKG serta orang tua yang nantinya terlibat dalam pembelajaran siswa di rumah.

Narasumber lain yaitu bapak Jumeri dari Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini menjelaskan bahwa COVID-19 telah menyebabkan kita mengambil langkah darurat. Tantangan ini tentunya harus diberikan solusi dengan praktik terbaik yaitu sinergi tripusat pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Tetap Produktif di Masa Penuh Tantangan, Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia

Dalam sesi webinar 28 Agustus 2020 ini, dihadiri narasumber seperti Bapak Cone Kustarto Arifin (Kepala SMKN 8 Malang, Jawa timur) menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini maka harus tetap produktif, mari jadikan tantangan sebagai peluang. Misalnya dengan mengajak siswa membuat produk-produk yang bermanfaat. Bapak Cone telah berhasil menginspirasi siswanya dengan menyalurkan hobi siswa sesuai passion untuk menghasilkan banyak produk seperti Automatic Handsanitizer, Classic Runing Text, Radio Vintage Kekinian, E-Bike Vintage, dan lain sebagainya.

Narasumber lain yakni Bapak Wikan Sakarinto dari Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI menjelaskan bahwa SMK dan vokasi itu menarik. Ia mencontohkan tentang produk-produk yang dibuat oleh pak Cone seperti produk yang mengangkat local wisdom (kearifan lokal) semuanya ini terkait dengan ciri dari SMK dan vokasi itu yang dipelajari tentunya digunakan di industri dan dunia nyata. Menurutnya, produk yang ditampilkan dalam webinar dari pak Cone sebetulnya bukan pak Cone yang buat, akan tetapi dari kreativitas para siswanya yang telah menyalurkan hobinya. Maka, orang yang bekerja sesuai hobi dan passion maka akan melahirkan basic link & match. Basic link & match ini harus sejalan dengan kurikulum sekolah sehingga Indonesia bisa nomor 1 dalam kemartabatan dan teknologi kita yang lebih maju.

Nilai karakter yang dapat dicontoh dari sesi webinar ini adalah empati, kejujuran, moral, dan integritas.

*Sumber: Chanel Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI.

#CerdasBerkarakter, #BlogBerkarakter, #SeruBelajarKebiasaanBaru, #BahagiaBelajardiRumah.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *