Pure Hati Ayam yang Enak, Sehat, dan Bergizi

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI ( MP – ASI Bayi)

Berikut ini faktor-faktor yang berhubungan dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayi:

a. Pendidikan Ibu
1) Definisi
Pendidikan adalah segala upaya yang direncanakan untuk
mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat
sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan
( Notoatmodjo, 2003 ).

2) Unsur – Unsur Pendidikan
Notoatmodjo ( 2003 ) dalam bukunya tersirat unsur – unsur
pendidikan yaitu :
a) Input
Sasaran pendidikan ( individu, kelompok, atau masyarakat ) dan
pendidik ( pelaku pendidikan ).
b) Proses
Upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain.
c) Out Put
Melakukan apa yang diharapkan / perilaku.

Balita Sehat Tanpa Penyakit Diare
Anak Sehat dengan MPASI yang Tepat.

3. Metode Pendidikan
Faktor – faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan
disamping masuknya sendiri juga metode materi / pesannya, pendidikan
atau petugas yang melakukannya, dan alat – alat bantu / alat peraga pendidikan. Agar dicapai suatu hasil yang optimal, maka faktor – faktor tersebut harus bekerja sama secara harmonis. Hal ini berarti bahwa masukan
( sasaran pendidikan ) tertentu harus menggunakan cara tertentu pula,
materi juga harus disesuaikan dengan sasaran, demikian juga alat bantu
pendidikan disesuaikan. Untuk sasaran kelompok, metodenya harus berbeda
dengan sasaran massa dan sasaran individu. Untuk sasaran massa berbeda
dengan sasaran individual dan sebagainya.

Dibawah ini akan diuraikan metode pendidikan individual, kelompok
dan massa ( publik ).
1) Metode Individual
Metode pendidikan yang bersifat individual digunakan untuk membina
perilaku baru, atau membina seseorang yang mulai tertarik pada suatu
perubahan perilaku ( inovasi ). Dalam pendekatan individual ini terdapat
beberapa bentuk yakni bimbingan dan penyuluhan serta wawancara.
2) Metode Kelompok
a) Kelompok Besar
Suatu kelompok dapat dikatakan kelompok besar jika jumlah peserta
lebih dari 15 orang. Adapun metode yang biasa digunakan adalah
ceramah dan seminar.

b) Kelompok Kecil
Suatu kelompok dapat dikatakan sebagai kelompok kecil jika jumlah
peserta kurang dari 15 orang. Metode yang cocok adalah diskusi kelompok, curah pendapat, bola salju, kelompok – kelompok kecil, memainkan peranan, permainan simulasi.

3) Metode Massa ( Publik )
Metode pendidikan massa cocok untuk mengkomunikasikan
pesan – pesan yang ditujukan pada masyarakat. Metode yang cocok
adalah ceramah umum, pidato, sinetron, tulisan di majalah, dll.
Tingkat pendidikan seseorang dalam hal ini ibu bukan merupakan
satu – satunya faktor, tetapi dalam menyerap pengetahuan dan kemampuan
untuk mengambil langkah dan kemampuan tentang gizi memang sangat
berpengaruh. Seorang anak yang lahir dari latar pendidikan yang baik akan
mempunyai kesempatan hidup yang lebih baik serta tumbuh lebih baik pula.
Suatu sistem keterbukaan yang berlaku dalam keluarga dalam menerima suatu
perubahan atau menerima hal – hal yang baru guna memelihara kesehatan
keluarga dan anak. Tingkatan pendidikan ibu sangat banyak menentukan sikap
dan tingkah laku ibu dalam hal untuk menghadapi beberapa masalah yang
nantinya suatu saat akan muncul dalam keluarga ( Budioro, 2007 ).

penyakit infeksi telinga pada bayi
Melihat Anak-Anak Bermain Sangat Senang

Luluk ( 2006 ) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pada
kelompok ibu yang tidak berpendidikan dalam pemberian makanan tambahan
kepada bayinya pada usia 1 – 2 minggu, pada kelompok ibu yang
berpendidikan dasar dalam pemberian makanan tambahan bayinya usia 1 bulan,
pada kelompok ibu yang berpendidikan menengah dalam pemberian makanan
tambahan bayinya usia 4 – 5 bulan, sedangkan pada kelompok ibu yang berpendidikan tinggi dalam pemberian makanan tambahan bayinya setelah
berusia 6 bulan. Dengan demikian pendidikan ibu merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi pemberian makanan tambahan.
Sumardiono ( 2007 ) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pada
kelompok ibu yang berpendidikan dasar dalam pemberian makanan
pendamping kepada bayinya pada usia 2 bulan, pada kelompok ibu yang
berpendidikan menengah dalam pemberian makanan pendamping bayinya
setelah berusia 3 – 5 bulan, sedangkan pada kelompok ibu yang berpendidikan
tinggi dalam pemberian makanan pendamping bayinya setelah berusia lebih
dari 6 bulan. Jadi dalam hal ini pendidikan ibu dengan berpendidikan yang
cukup dan berpendidikan formal merupakan salah satu faktor penentu dalam
kemampuan menyerap informasi tentang gizi. Tingkat pendidikan yang tinggi
dapat meningkatkan daya tangkap ibu dengan masalah gizi dan dalam keluarga
mampu mengambil tindakan secara cepat dalam masalah kesehatan.

b. Pengetahuan ( knowledge ) Ibu
1) Definisi
Pengetahuan merupakan hasil tahu, dan ini terjadi setelah orang
melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan
terjadi melalui pancaindera manusia, yakni indera penglihatan,
pendengaran, penciuman, rasa dan raba ( Notoatmodjo, 2007 ).

2) Tingkat Pengetahuan
Notoatmodjo ( 2007 ) dalam bukunya membagi pengetahuan dalam
beberapa tingkatan, yaitu :
a) Tahu ( know )
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah
mengingat kembali ( recall ) sesuai yang spesifik dari seluruh bahan
yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Tahu merupakan
tingkat pengetahuan yang paling rendah.

b) Memahami ( comprehension )
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan
secara benar tentang obyek yang diketahui, dan dapat
menginterprestasikan materi tersebut secara benar.
c) Aplikasi ( application )
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang
telah dipelajari pada situasi atau kondisi real ( sebenarnya ). Aplikasi
disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hokum – hokum,
rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang
lain.

d) Analisis ( analysis )
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
obyek ke dalam komponen – komponen, tetapi masih di dalam satu
struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
e) Sintesis ( synthesis )
Sistensis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian – bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan
yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk
menyusun formulasi – formulasi yang ada.
f) Evaluasi ( evaluation )
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi
atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Penilaian – penilaian
itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau
menggunakan kriteria – kriteria yang telah ada.

Luluk ( 2006 ) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pada
kelompok ibu yang berpengetahuan kurang dalam pemberian makanan
tambahan kepada bayinya pada usia 1 bulan, sedangkan pada kelompok ibu
yang berpengetahuan cukup dan baik dalam pemberian makanan tambahan
bayinya setelah berusia 5 – 6 bulan. Dengan demikian pengetahuan ibu
tentang pemberian makanan tambahan mempengaruhi dalam pemberian
makanan tambahan yang sesuai waktunya.

Sumardiono ( 2007 ) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pada
kelompok ibu yang berpengetahuan kurang dalam pemberian makanan
pendamping kepada bayinya pada usia 2 bulan, pada kelompok ibu yang
berpengetahuan cukup dalam pemberian makanan pendamping bayinya
setelah berusia 3 – 5 bulan, sedangkan pada kelompok ibu yang
berpengetahuan baik dalam pemberian makanan pendamping bayinya
setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan. Jadi dalam hal ini pengetahuan ibu
merupakan salah satu faktor penentu dalam kemampuan menyerap
informasi.

Pengetahuan ibu tentang pemberian MP – ASI diukur menggunakan
alat bantu kuesioner dengan cara menilainya dengan dikategorikan baik,
cukup dan kurang. Pengetahuan baik bila > 80 % ( skor 9 – 10 ),
cukup bila 60 – 80 % ( skor 6 – 8 ) dan kurang bila < 60 % ( skor 1 – 5 )
( Khomsan, 2000 ).

Pure Hati Ayam yang Enak, Sehat, dan Bergizi
Pure Hati Ayam yang Enak, Sehat, dan Bergizi

c. Pekerjaan Ibu
1) Definisi
Bekerja adalah melakukan kegiatan dengan maksud memperoleh
atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan selama paling
sedikit 1 jam dalam 1 minggu yang lalu. Maksud bekerja tersebut harus
berurutan dan tidak terputus ( Darthos, 2001 ).

Status pekerjaan adalah kebutuhan seseorang di dalam melakukan
pekerjaan, yaitu apakah orang tersebut berkedudukan sebagai buruh atau
karyawan perusahan dengan dibantu pekerja keluarga atau buruh tidak
tetap, buruh dengan dibantu oleh atau karyawan tetap; pekerja keluarga
tanpa upah atau sebagai pekerja social ( Hasibuan, 2003 ).
Pekerjaan adalah uraian persyaratan kualitas minimum orang yang
bisa diterima agar dapat menjalankan suatu jabatan dengan baik dan
kompeten ( Hasibuan, 2003 ).

Indonesia merupakan salah satu Negara yang sedang berkembang di
ASIA. Krisis global membawakan dampak yang luar biasa kepada masyarakat
sehingga menambah angka kemiskinan pada masyarakat. Luluk ( 2006 ) dalam
penelitiannya menyebutkan bahwa keluarga yang pendapatannya lebih rendah
dan sedang dalam pemberian makanan tambahan biasanya pada
usia 5 – 6 bulan, sedangkan keluarga yang pendapatannya lebih tinggi dalam
pemberian makanan tambahan biasanya pada usia 3 – 4 bulan.

Sumardiono ( 2007 ) kesibukan ibu rumah tangga yang sering keluar
rumah untuk bekerja seringkali mengabaikan tugas ibu untuk menyusui
anaknya dan waktu yang sangat minim sekali untuk bertemu anaknya, sehingga
pemberian ASI secara eksklusif sangat minimal sekali. Pemberian makanan
pendamping dan susu formula untuk jalan alternative dengan anggapan anak
tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup merupakan jalan yang di tempuh
oleh ibu yang sedang bekerja. Jika dalam pemberian ASI dihentikan pada saat

usia yang dini, maka penggunaan makanan bayi buatan sendiri dan makanan
pendamping adalah sangat tinggi pula.

d. Sikap ( attitude ) Ibu
1) Definisi
Sikap ( attitude ) merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup
dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek ( Notoatmodjo, 2007 ).
2) Tingkatan Sikap
Notoatmodjo ( 2007 ) membagi sikap dalam beberapa tingkat seperti
halnya dengan pengetahuan, yaitu :
a) Menerima ( receiving )
Menerima diartikan bahwa orang ( subjek ) mau dan
memperhatikan stimulus yang diberikan ( objek ).

b) Merespon ( responding )
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan
menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.
Karena dengan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau
mengerjakan tugas yang diberikan, terlepas dari pekerjaan itu benar atau
salah adalah berarti bahwa orang menerima ide tersebut.
c) Menghargai ( valuing )
Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu
masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.

d) Bertanggung Jawab ( responsible )
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya
dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi.
Nilu ( 2005 ) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa dari 30 ibu
yang memberikan makanan tambahan usia < 6 bulan 20 orang, sedangkan
ibu yang memberikan makanan tambahan setelah usia > 6 bulan
cuma 10 orang.Dengan demikian sikap ibu dalam pemberian makanan
tambahan mempengaruhi dalam pemberian makanan tambahan yang sesuai
waktunya.

Samardiono ( 2007 ) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa
65 % ibu – ibu memberikan makanan pendamping pada usia < 6 bulan dan
35 % ibu – ibu memberikan makanan pendamping pada anaknya setelah
usia 6 bulan. Dengan demikian sikap ibu yang dapat menerima informasi dengan baik akan mempengaruhi dalam pemberian makanan tambahan yang sesuai waktunya.
Sikap ibu dalam pemberian MP – ASI diukur menggunakan alat
bantu kuesioner dengan cara menilainya dengan dikategorikan mendukung
dan tidak mendukung. Sikap ibu yang mendukung bila
> 50 % ( skor 6 – 10 ), dan sikap ibu yang tidak mendukung bila
< 50 %( skor 1 – 5 ) ( Khomsan, 2000 ).

Sumber Referensi:

Notoatmodjo, S. (2003). Ilmu kesehatan masyarakat : Prinsip-prinsip dasar.

Wentiwahyu. 2007. Faktor yang Berhubungan dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Fakultas Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang: Semarang.

Silakan baca juga artikel berikut ini: Dampak Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terlalu Dini Bagi Bayi.