Cara Menggunakan Takahi Slow Cooker 1.2 Liter Untuk Memasak MPASI Bayi

Cara Membuat Bubur Telur Puyuh
Bagikan Artikel Ini Ke Temanmu

Slow Cooker (SC) sesuai dengan namanya yaitu suatu alat memasak yang didesain bekerja secara perlahan. SC memiliki nama lain crock-pot (panci kuali) karena alat masak ini menggunakan kuali yang terbuat dari keramik atau tanah liat. SC didesain untuk dijadikan alat memasak bagi ibu pekerja yang super sibuk (working mom).  SC ini mulai diperkenalkan sejak tahun 1970-an.

Slow Cooker ini bisa digunakan untuk berbagai macam masakan mulai dari roti, cake, minuman hangat, kaserol, sup, stews, gravy (makanan yang perlu proses masak lama), saus, bubur, kaldu, dan masih banyak lagi yang lainnya. Boleh dibilang secara umum slow cooker adalah memasak dengan cara merebus. Di Indonesia slow cooker populer di kalangan ibu-ibu untuk membuat MPASI (Makanan Pendamping ASI/Susu). Salah satu merek yang banyak dipakai adalah Takahi Slow Cooker. Kelebihan SC ini adalah pot-nya terbuat dari tembikar tanah liat yang memiliki penyebaran panas lebih merata dan bisa dilepas sehingga mudah dicuci dan bisa digunakan terpisah diatas kompor biasa. Silakan baca juga: Cara Membeli Mobil Bekas di Seva.id yang Aman.

Membuat Bubur Bayi / Tim dengan Takahi Slow Cooker

Untuk resep akan kami posting terpisah. Disini hanya akan diulas secara umum proses memasaknya. Caranya mudah, cukup masukkan semua bahan, tambahkan air nyalakan mesin, tunggu 5-6 jam, siap disajikan. Anda juga bisa menambahkan kaldu/keju menjelang masakan matang. Cara membuat bubur bayi dan nasi tim sama hanya dibedakan ditakaran air. Nasi tim menggunakan sedikit air dibanding bubur bayi. Pada awal makan (bayi usia 6 bulan) dari SC ukuran 0.7L bisa mengolah sampai dengan 3 porsi. Atau jika bunda repot bisa membeli bahan yang sudah siap olah (komplit) seperti bebiluck, tinggal tuang kedalam slow cooker.

Cara Membuat Bubur Telur Puyuh
Bubur Telur Puyuh 

Beberapa Tips:

  • Potong bahan-bahan dalam ukuran kecil agar bahan-bahan matang dengan sempurna.
  • Jangan sering membuka tutup kaca karena akan membuat proses masak lebih lama dan nutrisi akan banyak hilang. Persiapkan bahan dengan cermat sehingga tidak ada yang terlupa di tengah jalan. Tutupnya terbuat dari kaca agar mudah ‘diintip’ dari atas.
  • Jika akan mencuci tembikar/tutup kaca pastikan tidak dalam kondisi panas. Perubahan suhu drastis bisa berakibat tembikar/tutup pecah. Dinginkan beberapa saat.
  • Takaran jangan terlalu sedikit terutama untuk SC ukuran 1.2L. Jika terlalu sedikit akan banyak kerak di dasar/pinggiran tembikar. Takaran terkecil dengan 400ml air dan 4 sdm beras.
  • Bumbu-bumbu sebaiknya dimasukkan di akhir menjelang matang untuk menjaga rasanya.
  • Pisahkanlah bahan makanan yang cepat matang dimasukkan di akhir-akhir proses, agar tidak terjadi over cooked.
  • Alat ini tidak akan mati dengan sendirinya ketika masakan matang. Tapi bunda tidak perlu khawatir karena alat ini bekerja dengan sangat lambat sehingga tidak terlalu takut gosong. Jadi setelah makanan matang matikan alat.