Pengertian, Sejarah dan Manfaat Gizi Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

pengertian, sejarah dan manfaat gizi bagi kesehatan tubuh manusia

A. Pengertian Gizi

Kata gizi berasal dari bahasa arab yakni ”Ghizah” yang berarti bahan makanan/sumber makanan/sari pati makanan. Secara bahasa ” Food” yang disadur dari konsep bahasa inggris yang berarti makanan. Jadi secara umum kata ”Gizi” mengandung maksud bahwa di dalam sumber bahan makanan terdapat zat-zat/sari pati penting yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menjalankan fungsi hidupnya. Termasuk disini berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan sel, jaringan, serta organ yang ada pada tubuh.

Gizi merupakan sebuah proses dimana makanan dikonsumsi, diserap dan dimanfaatkan oleh organisme seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Bagi manusia salah satu tujuan utama gizi adalah penyedia energi. Adanya energi membuat kita mampu untuk melakukan berbagai aktivitas fisik dan menjalankan berbagai proses di dalam tubuh.

Bacaan Lainnya

B. Sejarah Dan Perkembangan Ilmu Gizi

Sebenarnya istilah ”Gizi” telah terkenal sejak berabad-abad tahun lamanya. Dan ilmu tentang gizi itu sendiri pertama kali dicetuskan pada tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Kemudian disusul lagi dengan berbagai riset dan penelitian oleh beberapa ahli gizi sehingga ditemukan berbagai macam penemuan penting lainnya seperti:

  • Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.
  • Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
  • Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
  • Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
  • Keadaan Sekarang – Muncul konsep-konsep baru antara lain: pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi esensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas keracunan).

Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :

  • Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh (menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).
  • Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas kerja.

Kebutuhan gizi yang baik merupakan tujuan utama seseorang dalam memenuhi standar kesehatan tubuhnya. Gizi-gizi inilah yang akan dibutuhkan beberapa sel-sel, jaringan-jaringan yang ada pada organ tubuh pada manusia untuk menunjang aktivitas kerjanya.

C. Manfaat Gizi

Manfaat gizi secara umum diantaranya yaitu:

(a). Sebagai Pembentuk Dan Pengatur Sel, Jaringan, Dan Beberapa Organ Penting Pada Tubuh

Sel merupakan komponen hidup yang menyusun bagian-bagian tubuh makhluk hidup. Termasuk jaringan yang berasal dari sekumpulan sel, serta organ yang yang merupakan komponen penyusun dari jaringan. Kesemuanya itu membutuhkan nutrisi yang diperoleh dari makanan yang kita konsumsi setiap hari. Jenis dan ragam makanan yang kita konsumsi akan menentukan pula kondisi sel, jaringan, serta keutuhan organ-organ tubuh yang ada. Bayangkan saja ketika kita sedang sakit. Maka apa yang terjadi? Sebetulnya pada saat itu sel-sel, jaringan dan organ tubuh kita sedang mengalami sakit juga. Bisa jadi sakit ini diakibatkan karena beberapa anggota sel, jaringan maupun organ tadi sangat rentan dengan efek makanan yang kita konsumsi. Misalnya diambil contoh apabila seseorang mengonsumsi alkohol dan minuman berwarna yang mengandung Tartarzin CI 19140, maka sebenarnya tidak dianjurkan apabila pengonsumsiannya dalam jumlah dan skala yang besar, karena bisa jadi sel-sel dan jaringan di organ hati, pankreas akan sulit untuk menawarkan senyawa racun yang terkandung dalam minuman tadi. Hati hanya akan mentoleransi senyawa dengan kadar yang tidak membahayakan.

Karena sel dapat melakukan fungsi reproduksi dengan tujuan agar menghasilkan sel-sel yang lebih banyak. Dengan adanya sel banyak ini maka akan memberikan pertambahan jumlah/volume sel dalam tubuh, sehingga sel-sel itu akan terus membelah dan bertambah banyak.

(b). Gizi Menentukan Karakter Pertumbuhan Dan Perkembangan

Seorang anak yang sehat dan normal akan tumbuh sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. Tetapi pertumbuhan ini juga akan dipengaruhi oleh intake zat gizi yang dikonsumsi dalam bentuk makanan. Kekurangan atau kelebihan gizi akan dimanifestasikan dalam bentuk pertumbuhan yang menyimpang dari pola standar. Pertumbuhan fisiklah yang menjadi indikator untuk mengukur status gizi baik individu maupun populasi. Oleh karena itu, orang tua perlu menaruh perhatian pada aspek pertumbuhan anak bila ingin mengetahui keadaan gizi mereka. Hal ini juga sangat penting untuk menjalin kedekatan emosional dan keharmonisan keluarga.

(c). Gizi Sebagai Penunjang Aktivitas Dan Produktivitas Kerja

Dalam melakukan aktivitas, seseorang harus memiliki gizi yang baik yang diperoleh dari  sumber makanan. Dengan asupan gizi yang baik tersebut, maka sebaliknya juga akan memberikan dampak energi yang lebih banyak. Energi yang banyak itu berasal dari makanan bergizi tadi dan kemudian diproses pada jalur metabolisme yang berlangsung secara terus-menerus di dalam tubuh. Hal inilah yang akan berpengaruh terhadap produktifitas kerja seseorang. Bisa jadi karena asupan gizi seseorang rendah akan menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan, misalnya ketika bekerja ada perasaan malas, mudah lelah, depresi, selalu bimbang, pusing, stress, bahkan ini akan mengganggu produktifitas kerja yang diharapkan. Sebaliknya, jika takaran gizi tiap hari memenuhi takaran menu makanan seimbang, maka hasilnyapun akan dapat lebih baik. Jadi intinya bahwa makanan yang bergizi akan menentukkan baik atau buruknya produktivitas kerja seseorang.

Sumber Referensi Bacaan:

  • Achadi, E. L. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Depok: Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
  • Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia   Pustaka Utama.
  • Belsey, M.A, dkk. 1994. Pemaduan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dengan Pemeliharaan Kesehatan Dasar. Jakarta: Binarupa Aksara.
  • Buckle K.A ,dkk. 1985. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
  • Cambel,N. 2002. Biologi. Jakarta: Erlangga.
  • Chang, Henry. 1998. Makanan Organik-Hidup Sehat dengan Kembali ke Alam. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • lusa.web.id

Pos terkait