Porsi Protein Hewani dan Nabati untuk Bayi

Bagikan Artikel Ini Ke Temanmu

Protein merupakan sumber makanan yang penting bagi bayi. Secara umum, dikenal dua macam jenis protein, yakni protein nabati dan protein hewani. Protein nabati yaitu jenis protein yang berasal dari sumber makanan berasal dari tumbuhan. Contoh protein nabati misalnya kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, kentang, jagung, bayam, jamur, dan lain sebagainya.

Sementara itu, protein hewani tentu saja berasal dari sumber makanan berasal dari hewan. Contohnya adalah telur ayam, telur puyuh, telur bebek, daging-dagingan, kerang, udang, cumi-cumi, ikan, dan lain sebagainya.

Kedua jenis protein di atas memang sangat dibutuhkan bayi, dan bisa ditambahkan pada menu MPASI bayi. Umumnya bayi memperoleh banyak asupan protein saat umur mereka berada pada +7 bulan ke atas. Pemberian protein dalam jumlah cukup akan membantu bayi untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat. Massa otot bayi akan semakin berisi seiring dengan asupan gizi protein yang cukup.

protein untuk bayi

Banyak kasus bayi di negara berkembang yang mengalami busung lapar, kurus kering, dan kekurangan energi protein (KEP). Hal ini tentu akan berdampak negatif bagi pertumbuhan bayi jika kekurangan asupan protein. Kekurangan protein pada bayi juga bisa berdampak pada bayi mudah sakit dan rentan mengalami infeksi, demam, dan penyakit dengan pertumbuhan lambat (kerdil).

Porsi pemberian protein pada bayi sebaiknya diberikan dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan. Setidaknya divariasi saja untuk per harinya ada jenis protein hewani maupun nabati yang ditambahkan pada menu olahan MPASI. Sebagai contoh, pada hari Senin bayi diberikan 1 butir telur puyuh dan 1 jempol brokoli dan dibuat menu MPASI pada hari itu. Selanjutnya hari Selasa, bayi diberi menu MPASI dari jenis protein kacang mente dan kentang yang dimix menjadi pure/bubur. Begitu juga untuk hari-hari seterusnya. Tentu saja, pemberian protein juga harus diimbangi dengan pemberian asupan gizi seimbang lainnya, misalnya karbohidrat, lemak, vitamin, air, dan sejumlah mineral lainnya. Porsi yang tepat akan menentukan porsi tubuh bayi yang ideal dan secara fisik akan nampak segar dan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *