Home / Info MPASI Bayi / Cara Terbaik Menyimpan Bahan MPASI Agar Tidak Mudah Rusak
3 Desember, 2018

Cara Terbaik Menyimpan Bahan MPASI Agar Tidak Mudah Rusak

Posted in : Info MPASI Bayi on by : Wahid Priyono & Juzsi Aldeska Tag:, , ,

Ini merupakan cara saya dalam menyimpan bahan-bahan mpasi agar tidak mudah rusak. Mungkin bisa tepat, bisa juga kurang tepat yah, yang jelas selama ini dengan cara-cara seperti ini bahan makanan MPASI selalu terjaga dengan baik, gak mudah busuk, gak layu, dan gak jamuran. Tapi sebelumnya saya perlu info dulu bahwa biasanya saya belanja bahan makanan untuk MPASI itu seminggu sekali, jadi bahan-bahan makanan ini pun hanya saya simpan selama 1 minggu alias 7 hari, yah ada beberapa yang hari ke-8 ataupun ke-9 yang kadang masih saya gunakan, tapi rata-rata yah hanya 7 hari.

Untuk penyimpanan bahan MPASI agar tidak mudah busuk, jamuran dan rusak, saya bagi tips dan triknya seperti cara berikut ini :

  • Sayur-sayuran hijau seperti Kale, Bayam, Brokoli, Caisim, Pokcoy
    Sepulangnya dari Supermarket, saya langsung taruh ke kulkas bagian bawah (Big Box) secara utuh (biasanya kalau beli di Supermarket, sayuran-sayuran ini sudah di-packing rapi). Jadi langsung saya masukkan ke kulkas beserta plastik packingan-nya. Keesokan harinya atau pada saat akan digunakan, saya petik-petik semua daunnya (atau potong per kuntum kecil untuk brokoli), yang mau digunakan hari itu saya ambil sedikit untuk dicuci, sisanya semua saya masukkan ke dalam Ziplock. Kenapa ga langsung dicuci aja semua? Karena saya sudah pernah tes, setelah dicuci malah daunnya cepat layu, ujung-ujungnya saya buang. Jadi tanpa dicuci, lebih tahan lama. Pada saat mau pakai lagi, saya ambil sebagian, cuci, masak, sisanya tetap di Ziplock.
  • Sayur-sayuran yang berbentuk satuan dan utuh seperti Labu Siam, Zucchini, Wortel, Tomat ataupun bahan makanan seperti Kentang
    Saya taruh di kulkas bagian bawah (Big Box) beserta dengan packingan-nya. Biasanya dalam 1 packing kan terdiri dari beberapa buah. Pada saat akan digunakan, buka packing, yang mau dipakai ambil 1 atau 2 buah, sisanya taruh ke Ziplock (atau tetap dalam plastik kemasannya kalau untuk kentang), masukkan kembali ke Big Box. Saya selalu usahakan untuk bahan makanan seperti ini, per buahnya kepakai semua per sekali masak. Jadi kalau labu siam saya biasa beli labu siam acar yang kecil-kecil sehingga pas masak yah tinggal ambil satu buah, pas, ga perlu simpan potongan sisanya. Kecuali, zucchini. Berhubung Zucchini kan gede, jadi biasa cuma terpakai 1/2 buah per sekali masak. Sisa setengah buahnya saya wrap dengan Cling Wrap, masukkan kembali ke Big Box.
  • Butternut Pumpkin / Kabocha / Jenis Labu Lainnya
    Nah, untuk yang ini, saya selalu beli 1/2 buah yang sudah dibelah biasanya oleh pihak supermarket. Sepulangnya, taruh kulkas aja. Pas mau dipakai, dibelah sesuai kebutuhan, sisanya dimasukin ke Ziplock (dulunya saya wrapping, tapi pernah malah jadi berjamur, ternyata lebih awet kalau dicemplung langsung ke Ziplock).
  • Kacang-kacangan seperti kacang jogo, buncis, edamame
    Buka packing, taruh ke Ziplock, saat akan digunakan ambil seperlunya saja.

Cara Membuat MPASI banyak Fe zat besi

  • Tempe
    Ditaruh di Fresh Room karena bagian ini termasuk bagian kulkas yang paling dingin. Kalau ketemu tempe segitiga, saya lebih suka beli yang jenis ini karena bisa untuk sekali masak. Tapi kalau ketemunya tempe potongan besar, biasanya saya potong sesuai kebutuhan pas mau digunakan, sisanya bungkus lagi dengan daunnya, taruh kembali ke kulkas. Biasanya beli tempe seperti ini ada informasi expiry date-nya. Saya selalu gunakan maksimal sampai dengan satu hari sebelum Expire Date kalau masak untuk Gavin.
  • Tahu Sutera
    Ini juga ada expiry date, tapi biasanya lama, bisa beberapa bulan. Saya ga pernah beli dan disimpan lama sih, jadi tetap hanya untuk kebutuhan seminggu. Pas baru beli, nyampe rumah, masukin Fresh Room. Pas mau dipakai, saya potong beberapa bagian sesuai dengan kebutuhan hariannya Gavin, lalu ambil wadah semacam Lock & Lock / Tupperware, isi air mineral di dalamnya, cemplungin bagian-bagian tahu yang belum terpakai, pastikan tahu terendam air seluruhnya, masukin kulkas. Dengan begini tahu sutera-nya ga pernah basi karena dulu pas pertama kali beli (tahu sutera bentuk kotak), ketika mau dipakai ternyata sudah basi, rasanya jadi asem banget.
  • Protein hewani seperti daging sapi, daging ayam atau jenis daging lainnya
    Beli secukupnya untuk kebutuhan 1 minggu. Sesampainya di rumah, cuci bersih daging dengan air mengalir lalu air mineral, lalu dicincang-cincang, bilas lagi dengan air mineral, kemudian dibentuk bulatan atau kepalan-kepalan kecil sesuai dengan kebutuhan hariannya (dari yang pernah saya baca, kebutuhan daging untuk bayi per hari sebesar kepalan tangannya, tidak termasuk jari-jarinya). Setelah itu, masukkan ke dalam Ziplock, satu kepal daging satu Ziplock, lalu masukkan ke dalam freezer. Pada saat akan digunakan tinggal dikeluarkan per plastik / per Ziplock aja sehingga kualitas daging yang lain tetap terjaga (ga keluar masuk freezer).
  • Protein hewani seperti Ikan Gurame dan Ikan Salmon
    Pas beli, saya selalu langsung minta tolong petugas di Supermarket untuk potong menjadi 7 bagian (saya tunjukin dulu mau seberapa gede potongannya). Sesampainya di rumah, saya masukin ke Ziplock satu per satu untuk per sekali masak, tanpa dicuci, lalu masukkan ke freezer. Ketika akan digunakan, saya keluarkan dulu hingga mencair, baru kemudian dicuci bersih.
  • Oats, Kacang Hijau, Kacang Merah / Adzuki Beans
    Tetap saya simpan dalam packingannya meskipun sudah dibuka, dikaretin aja, lalu simpan di kulkas. Gunanya simpan di kulkas supaya ga cepet jamuran dan apek.

Nah, itu adalah cara/metode/teknik saya dalam menyimpan bahan-bahan MPASI agar tidak mudah rusak. Info ini saya dapatkan setelah bertanya ke teman-teman yang lebih ahli serta baca-baca beberapa referensi. Semoga bermanfaat. Silakan baca juga: Pengertian, Manfaat, Contoh Unsalted Butter (UB).